Nanga Solusi Digital

Mengatur stok toko kelontong supaya barang laris tidak kosong

Panduan usaha2 menit baca

Pemilik toko kelontong berjilbab di antara barang dagangan yang tergantung dan tertata

Foto: Devi Puspita Amartha Yahya di Unsplash

Pembeli yang pulang dengan tangan kosong jarang kembali. Lima kebiasaan sederhana agar rak tetap terisi tanpa menumpuk modal di gudang.

Di toko kelontong, masalah stok datang dari dua arah. Barang yang dicari pembeli ternyata habis, sementara barang lain menumpuk berbulan-bulan dan mengikat modal. Keduanya bisa dikurangi tanpa sistem yang rumit, cukup dengan beberapa kebiasaan yang dijalankan rutin.

Kenali barang yang paling cepat laku

Hampir di setiap toko, sebagian kecil barang menyumbang sebagian besar penjualan. Biasanya beras, minyak goreng, gula, telur, gas, rokok, mi instan, dan air minum. Tulis daftar barang ini dan beri perhatian lebih. Barang-barang inilah yang tidak boleh kosong, karena pembeli yang tidak menemukannya akan pindah ke toko sebelah.

Tentukan batas stok minimum

Untuk setiap barang laris, tentukan angka batas bawah. Misalnya, jika dalam seminggu biasanya terjual 20 karung beras dan pemasok butuh dua hari untuk mengantar, pesan ulang saat stok tersisa sekitar 8 karung. Angkanya tidak harus tepat. Yang penting ada patokan, jadi Anda tidak memesan hanya berdasarkan perasaan.

Catat setiap barang masuk

Saat barang datang dari pemasok, catat tanggal, jumlah, dan harga belinya. Catatan ini berguna untuk dua hal: mengecek apakah kiriman sesuai nota, dan mengetahui kapan harga beli naik sehingga harga jual perlu disesuaikan.

Barang lama keluar lebih dulu

Untuk makanan, minuman, dan barang yang punya tanggal kedaluwarsa, letakkan stok baru di belakang dan stok lama di depan. Cara ini sederhana tetapi sering terlupa saat toko sedang ramai. Periksa tanggal kedaluwarsa setidaknya sebulan sekali, dan pisahkan barang yang hampir kedaluwarsa untuk dijual lebih murah.

Hitung ulang stok secara berkala

Sebulan sekali, hitung fisik barang di rak dan gudang, lalu bandingkan dengan catatan. Selisih kecil itu wajar. Selisih besar perlu dicari sebabnya: salah catat, barang rusak, atau barang hilang.

  • Pilih hari yang sepi, misalnya awal pekan pagi hari.
  • Hitung per rak, jangan melompat-lompat.
  • Catat barang rusak atau kedaluwarsa secara terpisah.

Jangan lupa catatan kasbon

Banyak toko di kampung melayani pembeli langganan yang membayar belakangan. Kasbon menjaga hubungan baik dengan tetangga, tetapi juga bisa menggerus modal kalau tidak tercatat. Catat nama, tanggal, barang, dan jumlahnya, lalu tagih dengan sopan di waktu yang disepakati, misalnya saat gajian atau panen.

Artikel lainnya

Ingin jadi pengguna awal Nanga POS?

Kirim nama usaha dan kota Anda. Kami akan menghubungi saat Nanga POS siap dicoba, dan pengguna awal mendapat pendampingan pemasangan gratis.

Kirim email